UKM Tulang Punggung Ekonomi Negeri

UKM Tulang Punggung Ekonomi Negeri

Post by Admin | On 09 Juni 2017

UKM singkatan dari Usaha Kecil Menengah menjadi istilah  yang paling sering didengar dan diucapkan dalam beberapa tahun ini, khususnya dilingkup dunia perekonomian. Semenjak dinyatakan dalam sebuah Keputusan Presiden (Keppres No.99 Tahun 1998), UKM perlahan merebak dan menjadi mainstream bagi pelaku usaha. Selama 19 tahun berjalan, sudah berdiri diseluruh pelosok Indonesia tidak kurang dari 52 Juta UKM dengan berbagai jenis usaha.  UKM juga cukup meyakinkan menyumbang PDB negara ini sebesar 60% dan memberikan ruang pekerjaan bagi 97% tenaga. Sungguh sebuah pencapaian yang tidak bisa dianggap kecil. Tidak salah bila hingga saat ini pelaku UKM terus bermunculan dan menjadi kendaraan awal menuju  pebisnis besar.

Tapi tahukah keluarga kpop, kalau ternyata UKM itu ada syarat-syaratnya. Dari peraturan yang ada untuk dapat dikatakan sebagai UKM setidaknya ada kriteria sebagai berikut:

  1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
  2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah)
  3. Milik Warga Negara Indonesia
  4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar
  5. Berbentuk usaha orang perorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Mengapa kriteria ini perlu ditetapkan? Hal ini dikarenakan banyak sekali ‘mal praktek’ yang dilakukan oleh oknum pengusaha besar untuk menghindari petugas pajak. Selain itu kriteria untuk UKM  ini ditetapkan untuk mendorong iklim kewirausahaan di semua lapisan masyarakat. Dan ternyata cukup banyak sekali peluang UKM terbuka yang belum banyak dieksplorasi.

Bagi orang awam UKM sering dianggap lambat pertumbuhannya dan kecil keuntungannya. Padahal tidak demikian. Bisnis UKM adalah bisnis yang memang diprioritaskan bagi pemula, rumah tangga, atau masyarakat awam yang baru memulai usahanya, sehingga banyak sekali kemudahan sekaligus kelebihan yang diberikan. Dan keuntungan bisnis UKM ini bisa menjadi besar bila dilakukan secara benar, tekun  dan smart. Inilah Diantara kelebihan dan kemudahan bisnis UKM, yaitu:

Biaya operasional lebih kecil

Biasanya usaha kecil menengah membuka usaha di domisilinya masing-masing dan tidak memiliki kantor yang tetap. Sehingga biaya oprasional yang dikeluarkan tidak terlalu besar karena biaya yang dikeluarkan sekedar untuk produksi sehari-hari.

Bisa lebih sepesifik dan fokus pada bisnis tersebut

Umumnya perusahaan besar harus mengikuti pangsa pasar agar nama mereka tidak tenggelam di makan jaman. Namun untuk bisnis kecil menengah tidak harus mencoba mengikuti keinginan konsumen. maksudnya adalah para pelaku usaha kecil menengah tidak harus mengeluarkan produk di luar dari bidang usahanya. Karena tanggungnya tidak sebesar usaha dalam skala yang lebih besar. Di mana perusahaan besar harus menjemput bola agar bisa memenuhi biaya operasional mereka perbulannya seperti menggaji karyawan, menyewa tempat, dan lainnnya.

SDM bisa diminimalisir

Dengan mentargetkan pasar yang lebih kecil tentunya sumber daya manusia yang dibutuhkan akan lebih sedikit. Dalam usaha kecil menengah pemilik merangkap semua manajerial seperti marketing, finance, dan administrasi. Sehingga pembiayaan pun dapat ditekan.

Pajak jauh lebih ringan

Meski yang Anda jalani usaha kecil menengah, kewajiban pajak perlu Anda penuhi. Ketentuan ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto tertentu. Namun pelaku usaha kecil menengah berbeda dengan wajib pajak lainnya, di mana pengusaha membayar pajak berdasarkan omzet.

Menteri Koperasi dan UKM, mengatakan Pemerintah akan menarik pajak bagi sektor UKM beromzet Rp300 juta hingga Rp4 miliar per tahun. Penjelasan pertama, bila omzet per tahun hanya Rp.250 juta atau kurang dari Rp.300 juta maka tidak wajib pajak. Kedua, yang dihitung adalah omzet dan bukan penghasilan bersih.

Inovasi lebih cepat teralisasikan

Karena tidak terpaut oleh sistem kerja perusahaan maka pekerja lebih bebas menyumbangkan ide. Maka bila ada ide atau produk yang dapat mempengaruhi perkembangan usaha maka dapat langsung digarap dan diluncurkan dengan segera. http://goukm.id/bisnis-ukm-modal-kecil/

Dengan potensi yang dimiliki UKM ini, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan dukungan dan bantuan yang signifikan kepada para pelaku UKM. Perlu kita ketahui bersama bahwa salah satu bantuannya adalah memotong birokrasi perizinan pendirian UKM. Bila semula diurus di kantor Kabupaten, sekarang ini cukup di kecamatan saja, dan seluruh proses pengurusannnya gratis, kecuali bagi mereka yang menggunakan biro jasa tertentu smiley


Comments


Popular post

Blog Example 1

27 Januari 2017

Blog Example 2

27 Januari 2017

Blog Example 3

27 Januari 2017

Blog Example 4

27 Januari 2017

Blog Example 5

27 Januari 2017